
| Anak kesayangan |
| Cerita Bapak Aar | ||||||
| Written by Aar | ||||||
| Tuesday, 03 March 2009 | ||||||
"Ibu, Duta itu kan anak kesayangan Ibu kan ya?" kata Tata suatu hari
kepada ibu Lala. Kalimat itu kemudian dilanjutkannya sendiri "soalnya,
Duta adalah anak yang paling kecil. "Kalau kakak Yudhis adalah anak yang paling disayang karena dia paling besar. Kalau aku, paling disayang karena aku satu-satunya wanita."*** Mengejutkan mendengar Tata mengambil kesimpulan itu dengan logika dan bahasanya sendiri. Betul Tata... tepat sekali....he..he.. Rasanya bahagia melihat anak-anak tumbuh tanpa kecemburuan antar kakak-adik, yang merasa saudaranya lebih disayang daripada dirinya. Apalagi ketika kesimpulan itu keluar dari mulut mereka sendiri. Matematika cinta memang bukan aritmatika 100% dibagi 3, masing-masing mendapatkan 33%. Tetapi, matematika cinta 100% dibagi 3, hasilnya masing-masing 100%. Untuk merealisasikan cinta itu, setelah niat/prinsip kami belajar dan terus mencoba menerapkannya dalam keseharian secara konsisten. Dan bagian dari penerapan itu adalah mengkomunikasikan secara verbal kepada setiap anak bahwa mereka adalah anak kesayangan kami. Agar tidak "basi", kami belajar menjalin komunikasi itu dengan logika mencari keunikan pada setiap anak, mencari kelebihan-kelebihan pada setiap anak yang khas. Kurang lebih seperti teori "positioning" dalam marketing. Setiap anak memiliki positioning yang unique, yang berbeda antara satu dengan yang lain. *** Ungkapan kalimat seperti yang diucapkan Tata itu -bagi kami- seperti siraman air segar, yang menghilangkan segala kepenatan. Cess.... segar...mengharukan...membahagiakan... Terima kasih Tuhan. Terima kasih anak-anakku. We love u... Add as favourites (81) | Quote this article on your site
1. 07-03-2009 00:12 setuju mba ......klo soal kasih sayang tdk bisa dijabarkan dgn apapun jgnkan dgn matematika dgn bahasapun sulit diungkapkan..... 2. 07-03-2009 20:53 Semua pasti disayang Saya rasa ngga ada ortu yg beda-bedakan anaknya, yang ada hanya jengkel pd seorang anak pada saat2 tertentu 3. 08-03-2009 03:48 Semua pasti disayang Betul mas, Dari orangtua biasanya memang begitu. Masalahnya, persepsi anak terkadang berbeda dengan orangtua. Terkadang, anak merasa bahwa ibunya lebih menyayangi anak yg A dibandingkan dirinya. Dalam interaksi orangtua-anak, kesetaraan cinta itu perlu diupayakan dan dikomunikasikan, tak bisa taken for granted. ![]() 4. 10-03-2009 01:35 Semua pasti disayang Benar Mas persepsi anak ttg kasih sayang ortu kadang membingungkan, dr anak2 kecil jika si kecil nangis lalu mengadu buntutnya menyalahkan kakaknya saya tdk langsung trm begitu saja, pasti saya selalu memanggil mereka berdua duduk bersama menanyakan apa yg membuat si adik menangis, pasti adik kakak ini beradu argumen begitupun sebaliknya jika si kakak menyalahkan si adik, saya berusaha bantu menyelesaikan perselisihan mereka, sampai si kakak/adik menyadari siapa yg keliru dan akhirnya mereka bersalaman kembali, dr mrk kecil saya berusaha utk berlaku seadil mungkin, tanpa membedakan keduanya, tetapi yah namanya anak tetap seorang anak. Sampai mereka cukup besar saat ini tetap aja si sulung kadang beranggapan si adik lbh di sayang drpd dirinya, contoh dgn celetukan si sulung "Kamu aja yg minta sama mama, kan kalo permintaan kamu pasti di beliin skalian beliin buat aku juga" si adik menjwb .."blom tentulah permintaan aku slalu diturutin" jwb kakak "pastilah, kamu kan anak kesayangan .." Wah ... wah ... saya kok jd pusing 7 keliling yah, ini membuat saya selalu dan selalu berusaha introspeksi diri, stlh 20 thn mengasuh si sulung masih aja ada yg kurang di mata anak .... Write Comment
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
||||||
| < Prev | Next > |
|---|