
| Para dosen nge-blog lah |
| Lain-lain | |||||||
| Written by Aar | |||||||
| Friday, 19 October 2007 | |||||||
Page 1 of 2 Salah satu elemen masyarakat yang potensial dan memiliki kepentingan
untuk memanfaatkan blog adalah dosen. Mereka memiliki kemampuan
intelektualitas yang memadai sehingga tak ada alasan untuk mengatakan
tak bisa (wong ibu-ibu dan anak SMP saja bisa…). Lagi pula, sarana
Internet juga tersedia di kampus (nah.. memiliki blog dapat menjadi
bukti bahwa sarana Internet itu bukan sekedar aksesori untuk perangkat
marketing semata..)
Nah… kalau para asisten dosen yang baru lulus kuliah atau dosen-dosen muda yang baru pulang dari S2 & S3-nya mulai menulis blog, dunia blog Indonesia akan makin meriah dan kaya warna. Beragam informasi berkualitas akan makin tersedia untuk masyarakat Indonesia. Setiap jurusan, bahkan sub jurusan dan spesialisasi, menjadi tema-tema blog yang menjadi niche market tersendiri. Nanti, secara alami akan ketahuan Perguruan Tinggi mana yang dosennya rajin menulis dan berbagi ilmu dengan masyarakat melalui blog. Ayo.. lomba donk Perguruan Tinggi untuk mendorong dosen-dosennya menulis di blog. Dosen-dosen ber-blog ria? Berani mencoba? Add as favourites (111) | Quote this article on your site
1. 19-10-2007 09:20 gatek dan kuno halah..halah.... kalo dosen2 aku dulu jaman kuliah....hampir 60% kolot, kuno dan gatek. bisa diitung deh yang mau pake komputer (jepang bilang: wapuro. maklum....lulusan bahasa jepang tapi lupa semua..hehehe) entahlah dosen2 muda sekarang...yang pasti ada beberapa dosen adikku yang punya blog.tau apaan namanya...tapi yang jelas bukan buat kuliah, blog curhatan pribadi...whahahaha..dasar!mungkin artikel ini bisa memacu semangat mereka buat bikin blog materi kuliah x ye?2. 19-10-2007 10:16 gatek he..he... masak dosen kalah dengan ibu-ibu mbak..? tapi ibu-ibu itu emang hebat, tidak malu bertanya dan belajar.. hidup ibu-ibu...!! ![]() 3. 17-12-2007 11:20 komentar blog saya kira memang sudah saatnya para dosen untuk ngeblog krn ini sudah menjadi kebutuhan dalam pembelajaran yang efektif 4. 17-12-2007 14:13 Jaringan komunikasi bgm ? bagaimana dengan kita yang berada di daerah ? 5. 17-12-2007 14:24 Jaringan komunikasi bgm ? Dari proses menulis blog, akan banyak ilmu yg akan dipelajari para dosen; misalnya: - belajar menulis singkat tapi padat (tidak bertele-tele) utk satu posting/tema - belajar untuk memasarkan gagasan - belajar membangun komunitas Semuanya dimulai dengan satu langkah kecil; menulis dan membuat blog. Dengan blogger dan wordpress, blogging itu gratis.. Nggak perlu kebanyakan diskusi dan seminar, yang diperlukan adalah komitmen pribadi. Blog adalah sebuah politik bertindak, memulai dari yang kecil... ![]() 6. 17-12-2007 19:15 Mahasiswa gatek beberapa mahasiswa saya di Papua sudah cukup mengenal internet, tapi kebanyakan masih gatek. maklum...di daerah. Mahasiswa harus ditraining juga donk...mana di sini warnet dan jaringan internet belum begitu luas.gimana ya...?? ![]() 7. 18-12-2007 01:16 hihihi, dosen ngeblog yup,,, emang dosen perlu banget ngeblok, biar mahasiswanya juga ikutan, kalau dosennya ngga ngeblog bisa-bisa mahasiswanya jadi g..blog, hehehe,,,kidding 8. 24-12-2007 14:27 gimana bikin blog
This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it
Saya dosen. Ajarain cara bikin blog dong, kirim lewat email saya. 9. 24-12-2007 19:49 Bikin blog Kalau di Internet, belajarnya bisa memanfaatkan informasi yang ada di Internet dengan mesin pencari Google. Banyak sekali blogger yang membuat panduan membuat blog. Tinggal di-search sesuai kebutuhan. Caranya gampang pak, tinggal ketik melalui Google, dengan kata kunci "bikin blog di wordpress", misalnya. Kalau ada kesulitan, cari lagi memakai Google atau baca di blog-blog yang berisi panduan membuat blog. Semuanya gratis. Alternatifnya adalah membeli buku membuat blog yang banyak di toko buku. Selamat belajar dengan cara baru ![]() 10. 01-01-2008 10:23 KUDU PUNYA BANYAK WAKTU Sebagai dosen di negara tercinta ini, memang sulit membagi waktu. Sempat bikin blog pun perlu di pelihara. Memang mengasyikkan dapat menyalurkan opini, aspirasi dan bersosialisasi. Tapi jangan dibandingkan dengan ibu ibu atau mahasiswa, karena beban "hidup" dosen berbeda dengan mereka. Dosen di Indonesia kebagian beban mengasuh yang cukup berat. Satu angkatan mahasiswa bisa sampai lebih dari seratus. Mereka bukan hanya diajarkan matakuliah di depan kelas. Ada yang perlu dibimbing skripsi, kerja praktek, tugas tugas (khusus untuk arsitek dan teknik sipil, cukup banyak tugas sepanjang kuliah). Waktu konsultasi dengan mahasiswa yang banyak ini sangat menyita alokasi waktu yang lain. Belum lagi kalau kebebanan mengajar di pasca atau ditempat lain. Selagi rasio dosen mahasiswa masih rendah, sadarlah pemerintah telah menyia nyiakan waktu produktvitas dosen yang sangat berharga. Lalu siapa yang salah? Tidak perlu menyalahkan, mari kita selesaikan bersama masalah ini. Bikin Blog?? Pasti saya dan banyak dosen suka. |
|||||||
| Next > |
|---|